Nama Karang Taruna diambil dari Karang yang berarti wadah dan taruna yang berarti pemuda jadi Karang Taruna berarti wadah pengembangan remaja di Indonesia. Menurut Pedoman Dasar Karang Taruna Sesuai Peraturan Menteri sosial RO Nomor 83/HIK/2005 Karang Taruna adalah sebuah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau kominitas adat sederajat dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial. Seluruh pemuda yang berada di suatu wilayah kelurahan yang berumur 11-40 tahun dianggap sebagai anggota Karang Taruna. Karang Taruna merupakan wakil dari pemerintah yang memiliki tanggung jawab membantu menyelesaikan masalah kesejahteraan sosial yang berkegiatan di tingkat kelurahan yang berada di bawah naungan kementerian sosial.
Seiring dengan berjalannya waktu, gaung keberadaan Karang Taruna di tengah-tengah masyarakat dirasa semakin berkurang. Kini,tidak semua organisasi Karang Taruna yang ada di Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta aktif melakukan kegiatan di tenangah-tengah masyarakat. Padahal, keberadaan Karang Taruna dirasa penting sebagai salah satu tempat penyaluran aspirasi masyarakat khususnya para pemuda di suatu wilayah desa atau kelurahan. Karang Taruna juga dapat berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan-kegiatan positif dan produktif di kalangan remaja. Pengalaman berorganisasi pun dapat didapatkan di sini sehingga dapat membekali para pemuda di wilayah tersebut dengan keterampilan-keterampilan yang memadai di saat mereka memasuki dunia kerja.
Salah satu contoh Karang Taruna yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terus menunjukan eksistensinya sebagai organisasi yang terus bergerak di bidang kesejahteraan sosial untuk memajukan masyarkat adalah Karang Taruna Jaya Kusuma,berada di Desa Singosaren,Kecamatan Banguntapan,Kabupaten bantul. Karang Taruna yang pada tahun 2012 ini baru saja memilih ketua barunya, Lisa Lindawati, memiliki beragam program kerja yang berfokus pada penyediaan pendidikan bagi para anggota dan warga Desa Singosaren.Selain itu program-program kerja yang dikembangkan untuk memajukan usaha ekonomi warga desa pun sedang dijalankan.
Di bidang pendidikan, Karang Taruna Jaya Kusuma membentuk sebuah ruang belajar yang mereka sebut sebagai ‘Sanggar Sinau Bareng’ yang berfungsi sebagai wadah berbagi pengetahuan dan informasi bagi seluruh warga Desa Singosaren dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Di dalam ‘Sanggar Sinau Bareng’ diadakan berbagai pelatihan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan jaringan internet yang di era modern ini menjadi hal yang sangat jamak di masyarakat. Pelatihan optimalisasi yang dilakukan secara rutin ini dianggap perlu karena di jaman yang penuh dengan berbagai sentuhan teknologi ini internet dapat menjadi media positif untuk menyalurkan informasi di masyarakat,namun dapat juga menjadi media negatif untuk penyebarluasan konten-konten yang tidak sepantasnya beredar luas yang dapat menyebabkan hal-hal buruk di masyarakat. Selain melalui pelatihan, ‘Sanggar Sinau Bareng’ menyediakan taman bacaan yang memberikan tutorial tentang fitur-fitur internet yang dapat memberikan informasi sebelum masyarakat menggunakan internet,taman bacaan ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan minat baca masyarakat. Karang Taruna Jaya Kusuma juga menyediakan fasilitas bagi warga masyarakatnya yang akan mengikuti Ujian Kejar paket B dan kejar paket C. Pengajar-pengajar dalam program Kejar Paket A dan B ini berasal dari warga Desa Singosaren yang berprofesi sebagai guru.
Di bidang ekonomi, Karang Taruna Jaya Kusuma mengusahakan sebuah ruang promosi untuk produk-produk yang dihasilkan para pengusaha kecil yang berkegiatan di wilayah Desa Singosaren melalui Jaya Kusuma ArtShop yang memasarkan produk-produk tersebut melalui media online maupun menyediakan showroom yang berada di dusun Padukuhan. Produk-produk yang dipasarkan oleh Jaya Kusuma ArtShop antara lain produk kerajinan perak,batik,kaca,dan makanan khas.
Untuk menjadi sebuah organisasi yang berjalan dengan berbagai program yang begitu terarah, Karang Taruna Jaya Kusuma tidak begitu saja membuatnya tanpa kendala tertentu. Salah satu kendala yang terjadi pada awal organisasi ini aktif kembali adalah adanya kelompok-kelompok kepemudaan tingkat dusun yang terdapat di seluruh dusun di desa Singosaren yang berjumlah delapan dusun. Kelompok-kelompok yang berjalan dengan kegiatannya masing-masing ini sering saling bergesekan satu sama lain sehingga menimbulkan konflik-konflik kecil yang terjadi di desa itu. Seiring dengan berjalannya wakt, usaha Karang Taruna Jaya Kusuma untuk mempertemukan mereka pun berhasil. KarangTaruna Jaya Kusuma berhasil membuat kelompok-kelompok ini dapat menegenal satu sama lain kemudian kelompok-kelompok inilah yang selanjutnya menjadi Karang Taruna unit dibawah naungan Karang Taruna Jaya Kusuma.
Karang Taruna jaya Kusuma memiliki andil yang cukup besar dalam mempengaruhi Karang Taruna – Karang Taruna di wilayah Kabupaten bantul yang belum dapat berperan aktif di masyarakatnya. Melalui pertemuan tiga bulan sekali antar Karang Taruna, Karang Taruna Jaya Kusuma mencoba bertukar program dan mempengaruhi Karang Taruna lain untuk terus berperan membangun optimisme masyarakat agar terus bergerak membangun perubahan yang lebih baik bagi masyarakatnya.
Di masa orang-orang sudah mulai melupakan Karang Taruna sebagai suatu Organisasi lazim yang berguna bagi masyarakat,Karang taruna Wijaya Kusuma dapat menjadi sebuah pengingat dan sebuah wujud dari revolusi pemuda dengan cara-cara yang sesuai dengan jamannya. Dilihat dari program-program yang diciptakan oleh organisasi kepemudaan ini, dapat disimpulkan bahwa masih terdapat semangat pemuda untuk membangun dan menunjukkan jalan bagi masyarakat ke arah yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas-fasilitas apapun yang mereka miliki sehingga mereka dapat memberdayakan masyarakat menjadi masyarakat yang produktif, kreatif,serta mampu menghadapi kehidupan yang menjadi semakin maju dan terbuka ini.
#bridgingcourse03
No comments:
Post a Comment