Saturday, September 15, 2012

Cagub - Cagub yang Meramaikan Dunia Game Indonesia


Pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama berhasil mengantongi  1.847.157 suara atau setara dengan 42,60 persen dari seluruh jumlah pemilih dalam Pemilukada DKI Jakarta tahun 2012. Pasangan calon gubernur yang tidak berasal dari DKI Jakarta ini berhasil mengalahkan pasangan incumbent yaitu Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli sebanyak 8,55 persen suara. Hasil dari Pemilukada DKI Jakarta tersebut membuat dua pasangan ini harus kembali berlaga di putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 September 2012.
Berbagai isu politik pun bergulir di berbagai media di Indonesia. Dimulai dari isu kampanye yang berbau SARA hingga isu bahwa teror yang terjadi di Kota Solo memiliki latar belakang politik. Saat ini pun, menjelang pelaksanaan pemilukada DKI Jakarta putaran kedua, media makin sering mengabarkan strategi-strategi kampanye politik mereka yang berbeda dari kampanye-kampanye politik pada umumnya.
Di awal pemilukada DKI Jakarta putaran pertama, Jokowi membuat sebuah tren berbusana baru dengan kemeja kotak-kotaknya. Sejak saat itu, hampir setiap orang yang memakai baju kotak-kotak diidentikan dengan Jokowi. Strategi kampanye dengan menggunakan baju bermotif kotak-kotak ini cukup menarik karena motif kotak-kotak bukanlah motif yang asing, bandingkan saja dengan motif batik yang indah namun sulit dihafalkan bagi beberapa golongan masyarakat. Motif kotak-kotak  dapat didapatkan dimana saja, proses produksinya pun tidak serumit kaos-kaos atribut kampanye yang harus disablon ataupun dibordir. Asalkan ada kain motif kotak-kotak serupa, maka menjadikannya sebuah kemeja bukanlah hal yang sulit bagi para pengusaha konveksi.Produksi baju bermotif kotak-kotak ala Jokowi pun dengan mudah dapat ditemukan di kios-kios yang menjual atribut kampanye di Jakarta, di kawasan Pasar Senen misalnya, kemeja motif kotak-kotak ala Jokowi banyak dijual layaknya baju seragam sekolah.
Di putaran yang kedua ini, Jokowi pun kembali mengeluarkan strategi-strategi kampanye yang dapat dikatakan sebagai strategi yang out of the box. Salah satunya adalah peluncuran game yang dibuat oleh tim kampanye Jokowi. Game yang berkonsep mirip dengan Game Angry Birds ini dapat dikatakan cukup menarik perhatian publik khususnya anak muda.
Di dalam Game ini, kita diharuskan mengarahkan lemparan tomat yang akan dilemparkan Jokowi kepada sasaran. Sasaran yang dimaksud pun beragam, mulai dari pejabat pemerintahan yang mungkin di sini dimaksudkan sebagai pejabat pemerintah yang ‘nakal’ sampai pada sampah-sampah yang berserakan. Game ini memiliki 70 level, di setiap pergantian level-nya ditampilkan gambar atau pesan-pesan yang mengutarakan keunggulan atau janji-janji Jokowi.  Walaupun menampilkan pesan-pesan politik di setiap pergantian game, pesan-pesan tersebut nampak begitu menarik setelah kita berhasil menamatkan satu level tertentu yang tingkat kesulitannnya memang sudah cukup sulit di level-level awal. Kepuasan akan keberhasilan menyelsaikan satu level diimbangi dengan pesan-pesan politik Jokowi yang secara tidak langsung mensugesti orang-orang yang memainkan game ini.
Beberapa waktu kemudian, lawan tanding Jokowi di Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua, Fauzi Bowo atau yang biasa disebut dengan sebutan Foke, ikut meramaikan jagat game Indonesia dengan meluncurkan game yang berjudul ‘Bersatu Jakarta’. Game ini menampilkan tiga program unggulan yang rencananya akan dilaksanakan oleh Foke jika ia berkesempatan untuk menjadi gubernur DKI Jakarta untuk yang kedua kalinya yaitu Mass Rapid Transit (MRT), Wajib Belajar gratis 12 tahun, dan Banjir Kanal Timur.
Dari sisi permainan, game ini tidak terlalu menarik. Pada bagian MRT, kita diharuskan memindahkan orng-orang yang mengantri untuk menaiki kereta MRT. Saat memindahkan penumpang ke dalam MRT, komputer juga memindahkan anrian penumpang lain yang akan menaiki kereta jenis lain padahal untuk memindahkan penumpang-penumpang itu ke MRT pemain game harus menunggu sekitar satu sampai dua detik ketika akan memindahkan penumpang lainnya sedangkan komputer terus memindahkan penumpang-penumpang ke kereta jenis lain. Hasilnya, pemain lebih sering kalah dan memilih untuk menghentikan permainan saja karena operasionalnya pun tidak terlalu mudah.
elemen ke 5 (kelima) dari Marketing Politik adalah”Presentation” adalah bagaimana membungkus dengan baik ketiga elemen diatas (produk, person, party) ini disajikan dengan bungkusan semenarik mungkin, presentation sangat penting karena dapat mempengaruhi makna politis yang membentuk dalam pemikiran para pemilih. Presentation disajikan dengan medium presentation secara umum dapat dikelompokkan menjadi objek fisik, orang dan even.(Adman Nursal,2004)

Jadi, dalam hal pembuatan game ini, Jokowi telah berhasil membungkus produk politiknya dengan bungkus yang tepat. Jokowi pun telah menjalankan strategi kampanye dengan sasaran anak-anak muda yang secara tidak langsung menyumbang cukup banyak suara baginya. Jika dibandingkan dengan kemasan produk politik Foke yang terkesan cukup kaku, Jokowi berhasil mengemasnya dengan jalan yang cukup menarik sehingga membuatnya menang dalam pertarungan antar game calon gubernur ini. Selanjutnya, mari kita lihat siapa yang akan benar-benar merebut lebih banyak suara warga Jakarta dalam game Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua yang sesungguhnya,apakah Jokowi atau Foke? 

Referensi :
http://megapolitan.kompas.com, Tak Mau Kalah dari Jokowi, Foke Luncurkan Game "Bersatu Jakarta",2012
http://ciricara.com, Pilkada DKI: Warga Betawi Banjir “Ancaman”,2012
http://pangisyarwi.com, MARKETING POLITIK (Tulisan Bagian Kedua)


#bridgingcourse04






No comments:

Post a Comment