Banyak orang yang kini mulai malas menonton televisi. Ada
banyak alasan mengapa mereka sudah tidak mau lagi menonton televisi,salah
satunya adalah isi dari apa yang ditayangkan oleh televisi di Indonesia ini
sudah semakin banyak menghilangkan unsur manfaatnya. Tontonan-tontonan yang
tidak bermanfaat dirasa memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan dengan
tayangan yang memiliki manfaat dan sarat akan informasi.
Kini masyarakat sudah semakin mudah untuk mendapatkan informasi.
Hanya dengan menggerakan ibu jarinya, masyarakat dapat mendapatkan informasi
yang penting dan mungkin dbutuhkannya. Untuk mengetahui berita terkini,
berjalan menuju televisi lalu menyalakannya kemudian memindah salurannya kini
bukan lagi hal yang praktis. Kita hanya perlu menggenggam telepon seluler
berkoneksi internet lalu memantau lini masa akun twitter masing-masing untuk
memahami apa yang sedang terjadi di dunia ini melalui berbagai akun. Akun-akun
tersebut bisa jadi akun twitter milik Kompas, MetroTV, TV One, Detik, sampai
akun milik kantor berita internasional. Seperti yang dikatakan oleh Peter
Dahlgreen (2001) bahwa versi online televise,
radio, dan koran merupakan suatu tingkatan yang cukup bisa dipertimbangkan
dalam aktivitas di internet dengan kenampakan media massa yang semakin banyak
di media online. Selain informasi aktual
tentang perkembangan dunia detik itu yang didapat dari akun-akun yang dimiliki
oleh media massa, berita-berita spontan yang datangnya dari akun orang-orang
biasa pun juga bisa didapatkan.
Melalui twitter, berita tentang penusukan seorang anak SMA
yang menghebohkan negeri ini dapat dipahami alurnya lewat akun-akun milik media
massa. Bahkan, sistem peringatan bencana pun bisa jadi kalah cepat
memperingatkan warga akan bencana alam dibandingkan dengan Twitter.
Kecepatan berita ini membuat twitter dapat
mengkomunikasikan informasi berkala selama terjadi bencana (ketika terjadi
ledakan bom di Mumbai tahun 2008 dan gempa bumi di Sichuan China bulan Mei
2008) dan ketika terjadi gerakan sosial ( demonstrasi melawan presiden Mahmoud
Ahmadinejad selama pemilu Iran tahun 2009 atau protes pelajar melawan partai
Komunis sebagai partai pemenang di Pemilu Moldova tahun 2009) (Murthy, 2011)
Pada
saat sebuah pesawat Airbus A320 milik US Airways jatuh ke Sungai Hudson,
seorang warga yang kebetulan sedang melintas di sungai tersebut segera
memotretnya menggunakan ponsel pintarnya kemudian ia segera meng- upload gambar
tersebut di Twitter. Seketika berita itu tersebar dan membuatnya menjadi salah
seorang saksi dalam suatu liputan berita setengah jam kemudian (Mackey,2009).
Twitter membuat semua orang dapat berpartsipasi dalam
penyebaran informasi paling aktual yang terjadi di sekitar para penggunanya.
Hal ini tercermin sejak penggantian kata “What are you doing now?” dengan kata
“What’s Happening?” yang berada pada kolom untuk meng-update tweet pada bulan November 2009, lebih dari tiga tahun setelah
peluncurannya (Lubis, 2011).
Twitter yang memiliki sebutan lain sebagai microblog ini juga
menggantikan fungsi infotanment sebagai sumber berita tentang selebriti. Pada
masa sebelum twitter menjadi populer seperti saat ini, infotainment dan website
yang berisi berita tentang selebriti adalah salah satu dari sedikit cara yang
bisa dilakukan untuk mengetahui informasi tentang selebriti. Kini di saat
Twitter dimiliki oleh hampir semua orang di Indonesia, berita tentang selebriti
dalam dan luar negeri sangat mudah didapatkan.
Twitter pada awalnya adalah sebuah jejaring sosial yang
banyak digunakan oleh tokoh-tokoh terkenal khususnya para selebriti. Mereka
menggunakan Twitter sebagai salah satu media untuk mendekatkan diri dan sebagai
media promosi bagi para penggemarnya. Semakin lama semakin banyak orang biasa
yang menggunakan Twitter. Akun-akun selebriti itu pun menjadi semakin banyak
diikuti oleh para penggemarnya. Nama akun Twitter yang hanya tersedia satu bagi
satu orang membuat para pengguna Twitter dapat membedakan akun milik selebriti
yang asli dan yang palsu.
Ketika Twitter menjadi media yang banyak digunakan oleh
masyarakat, akun-akun milik selebriti pun semakin banyak bermunculan. Mereka
berinteraksi dengan sesame selebriti di Twitter. Tak jarang,
pembicaraan-pembicaraan yang ada di Twitter memancing munculnya berita-berita
yang ditayangkan di infotainment. Beberapa berita infotainment yang lalu malah
membahas kasus perang yang dilakukan melalui Twitter oleh para selebriti
Twitter kini seolah-olah menggeser fungsi televisi. Televisi
tidak lagi menjadi sumber utama dari berita yang terjadi karena terkadang
Twitter menyiarkan berita-berita tersebut lebih cepat dibandingkan dengan
televisi seperti yang terjadi pada kasus jatuhnya pesawat US Airways. Twitter
menjadi sumber informasi awal dari sebuah kejadian yang kemudian ditayangkan
lebih lengkap oleh televisi. Para pengguna Twitter pun dapat dikatakan mampu
mengakses berita yang terjadi secara real-time
terlepas dari apakah kabar yang didapat dari akun-akun milik orang yang bukan
siapa-siapa itu dapat dijamin kebenarannya atau tidak.
Bridging course #09