Wednesday, October 17, 2012

Twitter Menggeser Fungsi Televisi




Banyak orang yang kini mulai malas menonton televisi. Ada banyak alasan mengapa mereka sudah tidak mau lagi menonton televisi,salah satunya adalah isi dari apa yang ditayangkan oleh televisi di Indonesia ini sudah semakin banyak menghilangkan unsur manfaatnya. Tontonan-tontonan yang tidak bermanfaat dirasa memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan dengan tayangan yang memiliki manfaat dan sarat akan informasi.
Kini masyarakat sudah semakin mudah untuk mendapatkan informasi. Hanya dengan menggerakan ibu jarinya, masyarakat dapat mendapatkan informasi yang penting dan mungkin dbutuhkannya. Untuk mengetahui berita terkini, berjalan menuju televisi lalu menyalakannya kemudian memindah salurannya kini bukan lagi hal yang praktis. Kita hanya perlu menggenggam telepon seluler berkoneksi internet lalu memantau lini masa akun twitter masing-masing untuk memahami apa yang sedang terjadi di dunia ini melalui berbagai akun. Akun-akun tersebut bisa jadi akun twitter milik Kompas, MetroTV, TV One, Detik, sampai akun milik kantor berita internasional. Seperti yang dikatakan oleh Peter Dahlgreen (2001) bahwa versi online televise, radio, dan koran merupakan suatu tingkatan yang cukup bisa dipertimbangkan dalam aktivitas di internet dengan kenampakan media massa yang semakin banyak di media online.  Selain informasi aktual tentang perkembangan dunia detik itu yang didapat dari akun-akun yang dimiliki oleh media massa, berita-berita spontan yang datangnya dari akun orang-orang biasa pun juga bisa didapatkan.
Melalui twitter, berita tentang penusukan seorang anak SMA yang menghebohkan negeri ini dapat dipahami alurnya lewat akun-akun milik media massa. Bahkan, sistem peringatan bencana pun bisa jadi kalah cepat memperingatkan warga akan bencana alam dibandingkan dengan Twitter.
Kecepatan berita ini membuat twitter dapat mengkomunikasikan informasi berkala selama terjadi bencana (ketika terjadi ledakan bom di Mumbai tahun 2008 dan gempa bumi di Sichuan China bulan Mei 2008) dan ketika terjadi gerakan sosial ( demonstrasi melawan presiden Mahmoud Ahmadinejad selama pemilu Iran tahun 2009 atau protes pelajar melawan partai Komunis sebagai partai pemenang di Pemilu Moldova tahun 2009) (Murthy, 2011)

Pada saat sebuah pesawat Airbus A320 milik US Airways jatuh ke Sungai Hudson, seorang warga yang kebetulan sedang melintas di sungai tersebut segera memotretnya menggunakan ponsel pintarnya kemudian ia segera meng- upload gambar tersebut di Twitter. Seketika berita itu tersebar dan membuatnya menjadi salah seorang saksi dalam suatu liputan berita setengah jam kemudian (Mackey,2009).
Twitter membuat semua orang dapat berpartsipasi dalam penyebaran informasi paling aktual yang terjadi di sekitar para penggunanya. Hal ini tercermin sejak penggantian kata “What are you doing now?” dengan kata “What’s Happening?” yang berada pada kolom untuk meng-update tweet pada bulan November 2009, lebih dari tiga tahun setelah peluncurannya (Lubis, 2011).
Twitter yang memiliki sebutan lain sebagai microblog ini juga menggantikan fungsi infotanment sebagai sumber berita tentang selebriti. Pada masa sebelum twitter menjadi populer seperti saat ini, infotainment dan website yang berisi berita tentang selebriti adalah salah satu dari sedikit cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui informasi tentang selebriti. Kini di saat Twitter dimiliki oleh hampir semua orang di Indonesia, berita tentang selebriti dalam dan luar negeri sangat mudah didapatkan.
Twitter pada awalnya adalah sebuah jejaring sosial yang banyak digunakan oleh tokoh-tokoh terkenal khususnya para selebriti. Mereka menggunakan Twitter sebagai salah satu media untuk mendekatkan diri dan sebagai media promosi bagi para penggemarnya. Semakin lama semakin banyak orang biasa yang menggunakan Twitter. Akun-akun selebriti itu pun menjadi semakin banyak diikuti oleh para penggemarnya. Nama akun Twitter yang hanya tersedia satu bagi satu orang membuat para pengguna Twitter dapat membedakan akun milik selebriti yang asli dan yang palsu.  
Ketika Twitter menjadi media yang banyak digunakan oleh masyarakat, akun-akun milik selebriti pun semakin banyak bermunculan. Mereka berinteraksi dengan sesame selebriti di Twitter. Tak jarang, pembicaraan-pembicaraan yang ada di Twitter memancing munculnya berita-berita yang ditayangkan di infotainment. Beberapa berita infotainment yang lalu malah membahas kasus perang yang dilakukan melalui Twitter oleh para selebriti
Twitter kini seolah-olah menggeser fungsi televisi. Televisi tidak lagi menjadi sumber utama dari berita yang terjadi karena terkadang Twitter menyiarkan berita-berita tersebut lebih cepat dibandingkan dengan televisi seperti yang terjadi pada kasus jatuhnya pesawat US Airways. Twitter menjadi sumber informasi awal dari sebuah kejadian yang kemudian ditayangkan lebih lengkap oleh televisi. Para pengguna Twitter pun dapat dikatakan mampu mengakses berita yang terjadi secara real-time terlepas dari apakah kabar yang didapat dari akun-akun milik orang yang bukan siapa-siapa itu dapat dijamin kebenarannya atau tidak. 

 Bridging course #09

Saturday, October 6, 2012

Katalog Berbayar




Majalah adalah salah satu bacaan wajar bagi seluruh masyarakat dunia. Di hampir setiap sudut kota dapat ditemukan majalah. Majalah dapat ditemukan di pasar, terminal, stasiun, bandara, atau pun di perempatan jalan. Majalah sudah menjadi suatu sumber informasi bagi masyarakat selain media massa lainnya seperti Koran, televisi, maupun radio.
Majalah tentunya memiliki segmen pembaca yang berbeda-beda. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, tukang becak hingga kaum eksekutif, dari murid Taman Kanak-kanak hingga mahasiswa. Segmen pembaca tersebut tentu saja menyesuaikan dengan isi majalah tersebut. Misalnya majalah anak-anak yang lebih banyak menampilkan kehidupan anak-anak yang penuh sukacita dan nilai-nilai kehidupan yang ditonjolkan sangat terasa. Majalah bagi para pengusaha pun selalu berusaha menampilkan informasi tentang dunia usaha pada umumnya maupun pada khususnya. Majalah remaja pun tak ketinggalan menyajikan isi majalah yang disesuaikan dengan kehidupan remaja, namun apakah majalah itu benar-benar menyesuaikan kehidupan para remaja atau kehidupan para remaja yang disesuaikan oleh majalah remaja tersebut?
Menilik isi majalah remaja pada masa ini, kita dapat melihat bahwa isi majalah tersebut merupakan suatu konstruksi yang dibuat oleh sang pemilik media tersebut untuk menunjukan kehidupan para remaja. Cobalah membuka halaman pertama majalah remaja di masa ini, yang rata-rata akan ditemukan pertama kali adalah suatu halaman komersial yang berisi iklan barang-barang mewah yang tentu saja berharga selangit. Hal itu menunjukan bahwa kehidupan remaja yang sedang dikonstruksikan oleh media tersebut adalah kehidupan yang penuh dengan barang bermerk dan berharga mahal.
Mall dianggap sebagai tempat yang wajib dikunjungi para remaja. Tempat makan, salon, pakaian, pusat hiburan, bahkan tempat kursus bahasa inggris dapat ditemuan di dalam sebuah mall. Majalh-majalah remaja masa ini sibuk menjelajahi isi mall tersebut untuk diberitahukan kepada remaja, bahwa ada sebuah surga yang bernama Mall.
Pakaian-pakaian berharga selangit selalu ditampilkan di hampir setiap halaman majalah-majalah remaja. Remaja yang ideal ditunjukan dengan remaja yang mampu menjadi seorang trendsetter bagi teman-temannya. Trendsetter sebenarnya dapat diartikan dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan namun istilah trendsetter sudah terlanjur identik dengan gaya berpakaian. Para remaja berlomba-lomba untuk menjadi panutan teman-temannya dengan mengikuti prosedur-prosedur yang ditunjukan di dalam majalah-majalah remaja tersebut. 
Majalah remaja adalah salah satu jenis majalah yang muatan-muatan komersialnya sangat banyak. Dimulai dari halaman pertama, iklan komersial barang-barang bermerk sudah hampir pasti Nampak. Halaman kedua dan selanjutnya tidak akan melulu membicarakan laporan utama dari majalah tersebut namun akan lebih banyak dihiasi oleh pesan-pesan komersial.
Dewasa ini, media sangat berperan bagi perkembangan para remaja. Majalah remaja sendiri adalah sebuag agen yang berfungsi untuk membangun citra remaja secara keselurahan yang nantinya akan mengkonstruksikan pikiran remaja.
Benda-benda bermerk yang senantiasa bertebaran di majalah remaja salah satunya dapat membuat remaja berpikir bahwa benda-benda macam itulah yang membangun eksistensi mereka di dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku konsumtif pun sudah pasti tidak dapat dihindari. Setidaknya setiap remaja yang mebuka majalah remaja pasti menunjuk salah satu barang yang menjadi sebuah hal yang dikomersialkan bagi pemilik media tersebut untuk dibeli oleh mereka.
Pada dasarnya majalah remaja adalah salah satu media yang berperan aktif dalam mementuk perilaku remaja di masa ini. Selain memiliki sisi positif untuk terus memperari informasi bagi para pembacanya, majalah juga dapat berfungsi sebagai sarana sosialisasi bagi pembacanya. Maka, peran masyarakat untuk terus mengawasi dan mendidik para remaja untuk bersikap rasional sangat diperlukan.Jangan biarkan remaja menghabiskan uangnya hanya untuk sebuah pedoman gaya hidup yang hanya serupa katalog benda-benda bermerk.

Bridging Course #07