Saturday, October 6, 2012

Katalog Berbayar




Majalah adalah salah satu bacaan wajar bagi seluruh masyarakat dunia. Di hampir setiap sudut kota dapat ditemukan majalah. Majalah dapat ditemukan di pasar, terminal, stasiun, bandara, atau pun di perempatan jalan. Majalah sudah menjadi suatu sumber informasi bagi masyarakat selain media massa lainnya seperti Koran, televisi, maupun radio.
Majalah tentunya memiliki segmen pembaca yang berbeda-beda. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, tukang becak hingga kaum eksekutif, dari murid Taman Kanak-kanak hingga mahasiswa. Segmen pembaca tersebut tentu saja menyesuaikan dengan isi majalah tersebut. Misalnya majalah anak-anak yang lebih banyak menampilkan kehidupan anak-anak yang penuh sukacita dan nilai-nilai kehidupan yang ditonjolkan sangat terasa. Majalah bagi para pengusaha pun selalu berusaha menampilkan informasi tentang dunia usaha pada umumnya maupun pada khususnya. Majalah remaja pun tak ketinggalan menyajikan isi majalah yang disesuaikan dengan kehidupan remaja, namun apakah majalah itu benar-benar menyesuaikan kehidupan para remaja atau kehidupan para remaja yang disesuaikan oleh majalah remaja tersebut?
Menilik isi majalah remaja pada masa ini, kita dapat melihat bahwa isi majalah tersebut merupakan suatu konstruksi yang dibuat oleh sang pemilik media tersebut untuk menunjukan kehidupan para remaja. Cobalah membuka halaman pertama majalah remaja di masa ini, yang rata-rata akan ditemukan pertama kali adalah suatu halaman komersial yang berisi iklan barang-barang mewah yang tentu saja berharga selangit. Hal itu menunjukan bahwa kehidupan remaja yang sedang dikonstruksikan oleh media tersebut adalah kehidupan yang penuh dengan barang bermerk dan berharga mahal.
Mall dianggap sebagai tempat yang wajib dikunjungi para remaja. Tempat makan, salon, pakaian, pusat hiburan, bahkan tempat kursus bahasa inggris dapat ditemuan di dalam sebuah mall. Majalh-majalah remaja masa ini sibuk menjelajahi isi mall tersebut untuk diberitahukan kepada remaja, bahwa ada sebuah surga yang bernama Mall.
Pakaian-pakaian berharga selangit selalu ditampilkan di hampir setiap halaman majalah-majalah remaja. Remaja yang ideal ditunjukan dengan remaja yang mampu menjadi seorang trendsetter bagi teman-temannya. Trendsetter sebenarnya dapat diartikan dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan namun istilah trendsetter sudah terlanjur identik dengan gaya berpakaian. Para remaja berlomba-lomba untuk menjadi panutan teman-temannya dengan mengikuti prosedur-prosedur yang ditunjukan di dalam majalah-majalah remaja tersebut. 
Majalah remaja adalah salah satu jenis majalah yang muatan-muatan komersialnya sangat banyak. Dimulai dari halaman pertama, iklan komersial barang-barang bermerk sudah hampir pasti Nampak. Halaman kedua dan selanjutnya tidak akan melulu membicarakan laporan utama dari majalah tersebut namun akan lebih banyak dihiasi oleh pesan-pesan komersial.
Dewasa ini, media sangat berperan bagi perkembangan para remaja. Majalah remaja sendiri adalah sebuag agen yang berfungsi untuk membangun citra remaja secara keselurahan yang nantinya akan mengkonstruksikan pikiran remaja.
Benda-benda bermerk yang senantiasa bertebaran di majalah remaja salah satunya dapat membuat remaja berpikir bahwa benda-benda macam itulah yang membangun eksistensi mereka di dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku konsumtif pun sudah pasti tidak dapat dihindari. Setidaknya setiap remaja yang mebuka majalah remaja pasti menunjuk salah satu barang yang menjadi sebuah hal yang dikomersialkan bagi pemilik media tersebut untuk dibeli oleh mereka.
Pada dasarnya majalah remaja adalah salah satu media yang berperan aktif dalam mementuk perilaku remaja di masa ini. Selain memiliki sisi positif untuk terus memperari informasi bagi para pembacanya, majalah juga dapat berfungsi sebagai sarana sosialisasi bagi pembacanya. Maka, peran masyarakat untuk terus mengawasi dan mendidik para remaja untuk bersikap rasional sangat diperlukan.Jangan biarkan remaja menghabiskan uangnya hanya untuk sebuah pedoman gaya hidup yang hanya serupa katalog benda-benda bermerk.

Bridging Course #07

No comments:

Post a Comment