Saturday, November 24, 2012

2012 : The Final Prophecy, Sebuah Petunjuk



Tahun 2012 adalah tahun yang kontroversial. Seluruh dunia membicarakan fenomena yang akan terjadi di tahun tersebut. Tahun 2012 digadang-gadang sebagai tahun terakhir bagi peradaban manusia. Pada Bulan Desember badai matahari diprediksikan akan datang dan menyapu seluruh peradaban manusia dan mengakhirinya.
Prediksi tentang hari kiamat tersebut tidaklah semata-mata sebuah prediksi yang tidak disertai dengan fakta-fakta yang menguatkannya. Ramalan suku maya menunjukan bahwa di hari ke-21 Bulan Desember akan datang bencana berupa badai matahari. Bencana tersebut selanjutnya akan menghancurkan bumi dan akan menggantikan fase kehidupan bumi saat ini dengan fase kehidupan lainnya.
Fakta tentang prediksi tersebut ditunjukan dalam  film yang berjudul 2012: The Final Prophecy. Dalam film ini, dijelaskan seorang ilmuwan yang bernama Adam Maloof mencoba mencari jawaban atas kebenaran ramalan bangsa Maya tersebut. Ia berkeliling ke tempat-tempat di mana ia bisa menemukan artefak-artefak yang tersisa dari peradaban bangsa Maya.
Bangsa maya beranggapan bahwa kehidupan ini memiliki siklus-siklus yang berbeda. Mereka menganggap bahwa sebelum adanya kehidupan yang dijalani manusia seperti sekarang ini terdapat kehidupan lain yang berisi tumbuhan-tumbuhan yang berjalan. Kehidupan manusia di masa ini merupakan pergantian dari siklus yang sebelumnya. Siklus tersebut memiliki rentang waktu selama 5200 tahun dan pada tanggal 21 Desember tahun 2012, masa siklus kehidupan manusia dianggap akan habis.
Film yang juga ditayangkan di saluran National Geographic ini menunjukan dengan jelas fakta-fakta yang ditemukan oleh Adam Maloof. Lengkap dengan ilustrasi yang dperankan oleh model yang berdandan selayaknya suku bangsa Maya. Film ini juga menampilkan seorang tokoh Suku Maya yang menerangkan tentang kepercayaan sukunya. Film ini mencoba menjawab pertanyaan tentang kebenaran akan isu hari akhir yang akan terjadi di tahun 2012. Adam Maloof pun menunjukan bukti bahwa ada sebuah kehidupan lain sebelum kehidupan manusia yang sekarang ini dengan menemukan tumbuh-tumbuhan yang membeku di bawah gunung salju. Tentu saja dperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan perkiraan tersebut.
Di awal munculnya isu hari akhir yang akan terjadi pada tahun 2012, film yang berjudul 2012 pun diluncurkan. Film ini nampak seolah menanamkan persepsi tentang hari akhir yang akan terjadi di akhir tahun 2012. Film ini pula yang akhirnya mengkonstruksi pikiran seluruh masyarakat dunia tentang kejadian badai matahari dan segala bencana yang terjadi di akhir kehidupan. Film 2012: The Final Prophecy memberikan fakta yang kuat atas isu akhir dunia tanpa memaksa penonton untuk mempercayai isu tersebut. Penonton diajak berpikir kembali tentang fakta-fakta yang digali oleh Adam Maloof dan menyesuaikan sendiri hingga dapat menemukan jawaban yang sekiranya pantas tentang isu akhir dunia yang tentu saja sesuai dengan keyakinan masing-masing individu.
Bagi saya, isu badai matahari yang akan mereduksi isi dunia hanyalah sebuah isu yang bisa saja tertiup angin dengan mudahnya. Seperti prinsip utama yang ada di dalam buku The Secret karangan Rhonda Byrne bahwa apa yang terjadi di dalam kehidupan manusia adalah gambaran dari pemikiran manusia itu sendiri karena semesta akan memantulkan sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh pikiran manusia. Isu ini menjadi semakin besar dan akan menyugesti banyak orang. Terlepas dari fakta-fakta yang dimiliki oleh bangsa Maya, kita sebagai manusia lebih baik memikirkan hal-hal terbaik yang akan terjadi dalam kehidupan. Berpikir positif adalah salah satu kunci untuk mendapat kehidupan yang lebih baik tanpa terpengaruh oleh isu-isu negatif yang kabarnya banyak terjadi rekayasa di balik itu semua.

Daftar Pustaka :
·         http://natgeotv.com/uk/the-final-prophecy/about, diakses pada tanggal 1 November 2012 pukul 22.08
·         Byrne, Rhonda.  2008. The Secret.  Jakarta: Gramedia.

Bridging course #11

Wednesday, October 17, 2012

Twitter Menggeser Fungsi Televisi




Banyak orang yang kini mulai malas menonton televisi. Ada banyak alasan mengapa mereka sudah tidak mau lagi menonton televisi,salah satunya adalah isi dari apa yang ditayangkan oleh televisi di Indonesia ini sudah semakin banyak menghilangkan unsur manfaatnya. Tontonan-tontonan yang tidak bermanfaat dirasa memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan dengan tayangan yang memiliki manfaat dan sarat akan informasi.
Kini masyarakat sudah semakin mudah untuk mendapatkan informasi. Hanya dengan menggerakan ibu jarinya, masyarakat dapat mendapatkan informasi yang penting dan mungkin dbutuhkannya. Untuk mengetahui berita terkini, berjalan menuju televisi lalu menyalakannya kemudian memindah salurannya kini bukan lagi hal yang praktis. Kita hanya perlu menggenggam telepon seluler berkoneksi internet lalu memantau lini masa akun twitter masing-masing untuk memahami apa yang sedang terjadi di dunia ini melalui berbagai akun. Akun-akun tersebut bisa jadi akun twitter milik Kompas, MetroTV, TV One, Detik, sampai akun milik kantor berita internasional. Seperti yang dikatakan oleh Peter Dahlgreen (2001) bahwa versi online televise, radio, dan koran merupakan suatu tingkatan yang cukup bisa dipertimbangkan dalam aktivitas di internet dengan kenampakan media massa yang semakin banyak di media online.  Selain informasi aktual tentang perkembangan dunia detik itu yang didapat dari akun-akun yang dimiliki oleh media massa, berita-berita spontan yang datangnya dari akun orang-orang biasa pun juga bisa didapatkan.
Melalui twitter, berita tentang penusukan seorang anak SMA yang menghebohkan negeri ini dapat dipahami alurnya lewat akun-akun milik media massa. Bahkan, sistem peringatan bencana pun bisa jadi kalah cepat memperingatkan warga akan bencana alam dibandingkan dengan Twitter.
Kecepatan berita ini membuat twitter dapat mengkomunikasikan informasi berkala selama terjadi bencana (ketika terjadi ledakan bom di Mumbai tahun 2008 dan gempa bumi di Sichuan China bulan Mei 2008) dan ketika terjadi gerakan sosial ( demonstrasi melawan presiden Mahmoud Ahmadinejad selama pemilu Iran tahun 2009 atau protes pelajar melawan partai Komunis sebagai partai pemenang di Pemilu Moldova tahun 2009) (Murthy, 2011)

Pada saat sebuah pesawat Airbus A320 milik US Airways jatuh ke Sungai Hudson, seorang warga yang kebetulan sedang melintas di sungai tersebut segera memotretnya menggunakan ponsel pintarnya kemudian ia segera meng- upload gambar tersebut di Twitter. Seketika berita itu tersebar dan membuatnya menjadi salah seorang saksi dalam suatu liputan berita setengah jam kemudian (Mackey,2009).
Twitter membuat semua orang dapat berpartsipasi dalam penyebaran informasi paling aktual yang terjadi di sekitar para penggunanya. Hal ini tercermin sejak penggantian kata “What are you doing now?” dengan kata “What’s Happening?” yang berada pada kolom untuk meng-update tweet pada bulan November 2009, lebih dari tiga tahun setelah peluncurannya (Lubis, 2011).
Twitter yang memiliki sebutan lain sebagai microblog ini juga menggantikan fungsi infotanment sebagai sumber berita tentang selebriti. Pada masa sebelum twitter menjadi populer seperti saat ini, infotainment dan website yang berisi berita tentang selebriti adalah salah satu dari sedikit cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui informasi tentang selebriti. Kini di saat Twitter dimiliki oleh hampir semua orang di Indonesia, berita tentang selebriti dalam dan luar negeri sangat mudah didapatkan.
Twitter pada awalnya adalah sebuah jejaring sosial yang banyak digunakan oleh tokoh-tokoh terkenal khususnya para selebriti. Mereka menggunakan Twitter sebagai salah satu media untuk mendekatkan diri dan sebagai media promosi bagi para penggemarnya. Semakin lama semakin banyak orang biasa yang menggunakan Twitter. Akun-akun selebriti itu pun menjadi semakin banyak diikuti oleh para penggemarnya. Nama akun Twitter yang hanya tersedia satu bagi satu orang membuat para pengguna Twitter dapat membedakan akun milik selebriti yang asli dan yang palsu.  
Ketika Twitter menjadi media yang banyak digunakan oleh masyarakat, akun-akun milik selebriti pun semakin banyak bermunculan. Mereka berinteraksi dengan sesame selebriti di Twitter. Tak jarang, pembicaraan-pembicaraan yang ada di Twitter memancing munculnya berita-berita yang ditayangkan di infotainment. Beberapa berita infotainment yang lalu malah membahas kasus perang yang dilakukan melalui Twitter oleh para selebriti
Twitter kini seolah-olah menggeser fungsi televisi. Televisi tidak lagi menjadi sumber utama dari berita yang terjadi karena terkadang Twitter menyiarkan berita-berita tersebut lebih cepat dibandingkan dengan televisi seperti yang terjadi pada kasus jatuhnya pesawat US Airways. Twitter menjadi sumber informasi awal dari sebuah kejadian yang kemudian ditayangkan lebih lengkap oleh televisi. Para pengguna Twitter pun dapat dikatakan mampu mengakses berita yang terjadi secara real-time terlepas dari apakah kabar yang didapat dari akun-akun milik orang yang bukan siapa-siapa itu dapat dijamin kebenarannya atau tidak. 

 Bridging course #09

Saturday, October 6, 2012

Katalog Berbayar




Majalah adalah salah satu bacaan wajar bagi seluruh masyarakat dunia. Di hampir setiap sudut kota dapat ditemukan majalah. Majalah dapat ditemukan di pasar, terminal, stasiun, bandara, atau pun di perempatan jalan. Majalah sudah menjadi suatu sumber informasi bagi masyarakat selain media massa lainnya seperti Koran, televisi, maupun radio.
Majalah tentunya memiliki segmen pembaca yang berbeda-beda. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, tukang becak hingga kaum eksekutif, dari murid Taman Kanak-kanak hingga mahasiswa. Segmen pembaca tersebut tentu saja menyesuaikan dengan isi majalah tersebut. Misalnya majalah anak-anak yang lebih banyak menampilkan kehidupan anak-anak yang penuh sukacita dan nilai-nilai kehidupan yang ditonjolkan sangat terasa. Majalah bagi para pengusaha pun selalu berusaha menampilkan informasi tentang dunia usaha pada umumnya maupun pada khususnya. Majalah remaja pun tak ketinggalan menyajikan isi majalah yang disesuaikan dengan kehidupan remaja, namun apakah majalah itu benar-benar menyesuaikan kehidupan para remaja atau kehidupan para remaja yang disesuaikan oleh majalah remaja tersebut?
Menilik isi majalah remaja pada masa ini, kita dapat melihat bahwa isi majalah tersebut merupakan suatu konstruksi yang dibuat oleh sang pemilik media tersebut untuk menunjukan kehidupan para remaja. Cobalah membuka halaman pertama majalah remaja di masa ini, yang rata-rata akan ditemukan pertama kali adalah suatu halaman komersial yang berisi iklan barang-barang mewah yang tentu saja berharga selangit. Hal itu menunjukan bahwa kehidupan remaja yang sedang dikonstruksikan oleh media tersebut adalah kehidupan yang penuh dengan barang bermerk dan berharga mahal.
Mall dianggap sebagai tempat yang wajib dikunjungi para remaja. Tempat makan, salon, pakaian, pusat hiburan, bahkan tempat kursus bahasa inggris dapat ditemuan di dalam sebuah mall. Majalh-majalah remaja masa ini sibuk menjelajahi isi mall tersebut untuk diberitahukan kepada remaja, bahwa ada sebuah surga yang bernama Mall.
Pakaian-pakaian berharga selangit selalu ditampilkan di hampir setiap halaman majalah-majalah remaja. Remaja yang ideal ditunjukan dengan remaja yang mampu menjadi seorang trendsetter bagi teman-temannya. Trendsetter sebenarnya dapat diartikan dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan namun istilah trendsetter sudah terlanjur identik dengan gaya berpakaian. Para remaja berlomba-lomba untuk menjadi panutan teman-temannya dengan mengikuti prosedur-prosedur yang ditunjukan di dalam majalah-majalah remaja tersebut. 
Majalah remaja adalah salah satu jenis majalah yang muatan-muatan komersialnya sangat banyak. Dimulai dari halaman pertama, iklan komersial barang-barang bermerk sudah hampir pasti Nampak. Halaman kedua dan selanjutnya tidak akan melulu membicarakan laporan utama dari majalah tersebut namun akan lebih banyak dihiasi oleh pesan-pesan komersial.
Dewasa ini, media sangat berperan bagi perkembangan para remaja. Majalah remaja sendiri adalah sebuag agen yang berfungsi untuk membangun citra remaja secara keselurahan yang nantinya akan mengkonstruksikan pikiran remaja.
Benda-benda bermerk yang senantiasa bertebaran di majalah remaja salah satunya dapat membuat remaja berpikir bahwa benda-benda macam itulah yang membangun eksistensi mereka di dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku konsumtif pun sudah pasti tidak dapat dihindari. Setidaknya setiap remaja yang mebuka majalah remaja pasti menunjuk salah satu barang yang menjadi sebuah hal yang dikomersialkan bagi pemilik media tersebut untuk dibeli oleh mereka.
Pada dasarnya majalah remaja adalah salah satu media yang berperan aktif dalam mementuk perilaku remaja di masa ini. Selain memiliki sisi positif untuk terus memperari informasi bagi para pembacanya, majalah juga dapat berfungsi sebagai sarana sosialisasi bagi pembacanya. Maka, peran masyarakat untuk terus mengawasi dan mendidik para remaja untuk bersikap rasional sangat diperlukan.Jangan biarkan remaja menghabiskan uangnya hanya untuk sebuah pedoman gaya hidup yang hanya serupa katalog benda-benda bermerk.

Bridging Course #07

Saturday, September 22, 2012

Selamatkan Privasimu di Dunia Maya




Demam jejaring social dimulai sejak makin dikenalnya situs jejaring sosial Friendster. Friendster yang mulai diluncurkan pada tahun 2002 tersebut tercatat memiliki pengguna yang sebagian berasal dari Asia yakni sebanyak sembilan puluh juta pengguna atau mencapai sembilan puluh persen dari seluruh pengguna Friendster. Pada tahun 2003 situs jejaring My Space muncul. Setelah itu beragam situs jejaring lainnya pun mulai bermunculan seperti Tribe,Netlog,Tagged,dan lain lain. Puncaknya ketika seorang pemuda bernama Mark Zuckerberg meluncurkan situs jejaring sosialnya yang sampai saat ini menjadi jejaring sosial dengan jumlah pengguna terbesar yaitu Facebook. Fenomena jejaring sosial tersebut dilengkapi oleh situs Twitter yang juga disebut sebagai microblog.
Seperti yang banyak orang ketahui, jejaring sosial tersebut menyediakan berbagai fasilitas yang membuat para penggunanya tersambung pada dunia.  Para pengguna dapat memberitahu pada seluruh dunia tentang apa yang sedang mereka rasakan atau lakukan saat ini dengan cara mengetik status mereka di Facebook misalnya. Mereka juga dapat mencantumkan identas-identitas dasar mereka seperti tanggal lahir, nomor telepon seluler, hobi, film kesukaan, dan hal-hal lainnya. Bahkan situs jejaring sosial Foursquare.com hanya digunakan untuk meng-update tentang keberadaan para penggunanya.
Di masa yang penuh dengan keterbukaan seperti sekarang ini, semua orang bebas mengekspresikan isi pikiran, isi hati, dan segala yang sifatnya pribadi di jejaring sosial. Kini para pengguna jejaring sosial  sudah tidak perlu lagi mencatat tanggal ulang tahun teman-temannya, rajin membuka Facebook setiap hari pun akan mengingatkan mereka untuk mengucapakan selamat ulang tahun. Kabar bahwa seorang teman sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya pun dapat kita ketahui secepatnya, bahkan satu menit ketika salah satu dari mereka menyatakan cinta. Mencetak foto pun menjadi salah satu hal yang jarang dilakukan karena kini para pengguna jejaring sosal hanya perlu mengunggah fotonya di Facebook dan menandainya di akun Facebook teman-temannya sehingga semua orang dapat dengan mudah memiliki foto tersebut tanpa harus beranjak dari tempatnya.
Jejaring sosial menjadi salah satu sumber informasi untuk mengetahui berbagai hal mulai dari berita-berita terkini sampai dengan kegiatan-kegiatan pribadi seseorang. Istilah kepo pun kini semakin marak terdengar di telinga khususnya anak-anak muda. Tidak diketahui dari mana kata ini berasal. Kata kepo ini berarti banyak ingin tahu. Orang yang disebut kepo adalah orang yang suka menggali-gali informasi tentang orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepo ini dapat diistilahkan sebagai menguntit di dunia maya. Mencari-cari informasi lewat jejaring sosial dapat dikategorikan sebagai kepo tidak langsung.
Kini melakukan tatap muka sudah bukan lagi menjadi hal yang wajib ketika seseorang ingin mengenal orang lain lebih jauh. Orang tersebut hanya perlu mengetikan nama orang yang akan dicari di kotak pencarian yang terdapat di situs jejaring sosial. Ketika nama yang dicari sulit muncul di salah satu jejaring sosial maka hal terakhir yang bisa dilakukan adalah menegtikkan nama orang tersebut di mesin pencari yang sudah sangat akrab dengan para pengguna internet, Google. Kurang dari satu detik maka hampir semua akun jejaring sosial dan semua aktivitas yang dilakukan orang tersebut di internet dapat muncul dengan lengkap. Akun Twitter, Facebook, blog, bahkan kadang-kadang nilai ulangan atau ujian orang tersebut dapat muncul dengan mudahnya di laman pencarian Google. Maka hal yang disebut kepo itu adalah suatu hal yang jamak dilakukan oleh para pengguna internet di masa ini.
Salah satu contoh, setelah hasil Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri diumumkan hampir semua mahasiswa baru dapat mengenal teman-teman barunya hanya melalui jejaring sosial seperti Facebook ataupun Twitter. Akun-akun grup di Facebook pun mulai bermunculan, mulai dari grup fakultas, jurusan, hingga kelompok. Mahasiswa baru hanya perlu tahu nama orang-orang yang diterima di universitas atau fakultas yang sama kemudian mengetikannya di kotak pencarian maka pertemanan pun akan terjalin. Mengobrol bahkan menghakimi seseorang sebelum bertemu secara langsung adalah suatu hal yang biasa di masa ini.
Segala hal yang ingin diketahui dari orang lain dapat didapatkan dari akun jejaring sosial orang tersebut. Pada suatu waktu saya pernah memantau aktivitas seseorang di jejaring sosial. Saya belum pernah bertemu dengan orang itu, kami hanya pernah beberapa kali berinteraksi melalui twitter karena kebetulan dia melihat saya di sebuah acara. Saya benar-benar tidak mengenalnya, namun saya memantau terus kegiatannya di dunia maya hingga akhirnya saya menyadari bahwa saya mengetahui beberapa hal yang seharusnya tidak diketahui orang asing seperti saya. Saya tentu saja tahu bulan apa dia berulang tahun, saya tahu di mana dia berkuliah, saya tahu nama panjangnya, saya tahu apa yang terjadi dengan ban sepedanya, saya tahu apa yang sedang dia kerjakan di jam-jam tertentu bahkan ketika dia tidak melakukan update apapun di jejaring sosial karena saya sudah menghafal ritme kegiatannya. Ketika pada suatu hari saya tidak sengaja bertemu dengan orang tersebut di jalan karena saya sudah terlalu hafal dengan wajahnya di jejaring sosial,saya dapat menebak kemana ia akan mengayuh sepedanya, saya dapat menebak bahwa dia akan online sebentar lagi dan melakukan update di jejaring sosialnya. Tebakan saya benar, beberapa detik kemudian dia meng-update sesuatu di twitternya, semua tebakan saya benar padahal saya tidak menyapanya sama sekali.
Jadi, di masa-masa  informasi begitu mudah didapatkan seperti ini, privasi semakin sulit didapatkan walaupun orang tersebut bukanlah seorang artis sekalipun. Terkadang secara tidak sengaja hal-hal yang tidak terlalu penting diketahui public dapat terlihat walaupun  pengguna jejaring sosial tersebut tidak berniat untuk mengatakannya. Keamanan dan privasi hanya bisa didapatkan ketika jejaring sosial digunakan sewajarnya, ketika setiap pengguna jejaring sosial dapat mengontrol dan memilah hal apa yang seharusnya dapat diketahui publik atau tidak diketahui publik.

Referensi :


Diunduh dari http://www.oppapers.com/essays/A-Short-History-Of-Social-Media/9685 ”A History of Social Media" pada 22 September 2012 pukul 18:37
 
 Bridging Course #05