Saturday, September 22, 2012

Selamatkan Privasimu di Dunia Maya




Demam jejaring social dimulai sejak makin dikenalnya situs jejaring sosial Friendster. Friendster yang mulai diluncurkan pada tahun 2002 tersebut tercatat memiliki pengguna yang sebagian berasal dari Asia yakni sebanyak sembilan puluh juta pengguna atau mencapai sembilan puluh persen dari seluruh pengguna Friendster. Pada tahun 2003 situs jejaring My Space muncul. Setelah itu beragam situs jejaring lainnya pun mulai bermunculan seperti Tribe,Netlog,Tagged,dan lain lain. Puncaknya ketika seorang pemuda bernama Mark Zuckerberg meluncurkan situs jejaring sosialnya yang sampai saat ini menjadi jejaring sosial dengan jumlah pengguna terbesar yaitu Facebook. Fenomena jejaring sosial tersebut dilengkapi oleh situs Twitter yang juga disebut sebagai microblog.
Seperti yang banyak orang ketahui, jejaring sosial tersebut menyediakan berbagai fasilitas yang membuat para penggunanya tersambung pada dunia.  Para pengguna dapat memberitahu pada seluruh dunia tentang apa yang sedang mereka rasakan atau lakukan saat ini dengan cara mengetik status mereka di Facebook misalnya. Mereka juga dapat mencantumkan identas-identitas dasar mereka seperti tanggal lahir, nomor telepon seluler, hobi, film kesukaan, dan hal-hal lainnya. Bahkan situs jejaring sosial Foursquare.com hanya digunakan untuk meng-update tentang keberadaan para penggunanya.
Di masa yang penuh dengan keterbukaan seperti sekarang ini, semua orang bebas mengekspresikan isi pikiran, isi hati, dan segala yang sifatnya pribadi di jejaring sosial. Kini para pengguna jejaring sosial  sudah tidak perlu lagi mencatat tanggal ulang tahun teman-temannya, rajin membuka Facebook setiap hari pun akan mengingatkan mereka untuk mengucapakan selamat ulang tahun. Kabar bahwa seorang teman sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya pun dapat kita ketahui secepatnya, bahkan satu menit ketika salah satu dari mereka menyatakan cinta. Mencetak foto pun menjadi salah satu hal yang jarang dilakukan karena kini para pengguna jejaring sosal hanya perlu mengunggah fotonya di Facebook dan menandainya di akun Facebook teman-temannya sehingga semua orang dapat dengan mudah memiliki foto tersebut tanpa harus beranjak dari tempatnya.
Jejaring sosial menjadi salah satu sumber informasi untuk mengetahui berbagai hal mulai dari berita-berita terkini sampai dengan kegiatan-kegiatan pribadi seseorang. Istilah kepo pun kini semakin marak terdengar di telinga khususnya anak-anak muda. Tidak diketahui dari mana kata ini berasal. Kata kepo ini berarti banyak ingin tahu. Orang yang disebut kepo adalah orang yang suka menggali-gali informasi tentang orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepo ini dapat diistilahkan sebagai menguntit di dunia maya. Mencari-cari informasi lewat jejaring sosial dapat dikategorikan sebagai kepo tidak langsung.
Kini melakukan tatap muka sudah bukan lagi menjadi hal yang wajib ketika seseorang ingin mengenal orang lain lebih jauh. Orang tersebut hanya perlu mengetikan nama orang yang akan dicari di kotak pencarian yang terdapat di situs jejaring sosial. Ketika nama yang dicari sulit muncul di salah satu jejaring sosial maka hal terakhir yang bisa dilakukan adalah menegtikkan nama orang tersebut di mesin pencari yang sudah sangat akrab dengan para pengguna internet, Google. Kurang dari satu detik maka hampir semua akun jejaring sosial dan semua aktivitas yang dilakukan orang tersebut di internet dapat muncul dengan lengkap. Akun Twitter, Facebook, blog, bahkan kadang-kadang nilai ulangan atau ujian orang tersebut dapat muncul dengan mudahnya di laman pencarian Google. Maka hal yang disebut kepo itu adalah suatu hal yang jamak dilakukan oleh para pengguna internet di masa ini.
Salah satu contoh, setelah hasil Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri diumumkan hampir semua mahasiswa baru dapat mengenal teman-teman barunya hanya melalui jejaring sosial seperti Facebook ataupun Twitter. Akun-akun grup di Facebook pun mulai bermunculan, mulai dari grup fakultas, jurusan, hingga kelompok. Mahasiswa baru hanya perlu tahu nama orang-orang yang diterima di universitas atau fakultas yang sama kemudian mengetikannya di kotak pencarian maka pertemanan pun akan terjalin. Mengobrol bahkan menghakimi seseorang sebelum bertemu secara langsung adalah suatu hal yang biasa di masa ini.
Segala hal yang ingin diketahui dari orang lain dapat didapatkan dari akun jejaring sosial orang tersebut. Pada suatu waktu saya pernah memantau aktivitas seseorang di jejaring sosial. Saya belum pernah bertemu dengan orang itu, kami hanya pernah beberapa kali berinteraksi melalui twitter karena kebetulan dia melihat saya di sebuah acara. Saya benar-benar tidak mengenalnya, namun saya memantau terus kegiatannya di dunia maya hingga akhirnya saya menyadari bahwa saya mengetahui beberapa hal yang seharusnya tidak diketahui orang asing seperti saya. Saya tentu saja tahu bulan apa dia berulang tahun, saya tahu di mana dia berkuliah, saya tahu nama panjangnya, saya tahu apa yang terjadi dengan ban sepedanya, saya tahu apa yang sedang dia kerjakan di jam-jam tertentu bahkan ketika dia tidak melakukan update apapun di jejaring sosial karena saya sudah menghafal ritme kegiatannya. Ketika pada suatu hari saya tidak sengaja bertemu dengan orang tersebut di jalan karena saya sudah terlalu hafal dengan wajahnya di jejaring sosial,saya dapat menebak kemana ia akan mengayuh sepedanya, saya dapat menebak bahwa dia akan online sebentar lagi dan melakukan update di jejaring sosialnya. Tebakan saya benar, beberapa detik kemudian dia meng-update sesuatu di twitternya, semua tebakan saya benar padahal saya tidak menyapanya sama sekali.
Jadi, di masa-masa  informasi begitu mudah didapatkan seperti ini, privasi semakin sulit didapatkan walaupun orang tersebut bukanlah seorang artis sekalipun. Terkadang secara tidak sengaja hal-hal yang tidak terlalu penting diketahui public dapat terlihat walaupun  pengguna jejaring sosial tersebut tidak berniat untuk mengatakannya. Keamanan dan privasi hanya bisa didapatkan ketika jejaring sosial digunakan sewajarnya, ketika setiap pengguna jejaring sosial dapat mengontrol dan memilah hal apa yang seharusnya dapat diketahui publik atau tidak diketahui publik.

Referensi :


Diunduh dari http://www.oppapers.com/essays/A-Short-History-Of-Social-Media/9685 ”A History of Social Media" pada 22 September 2012 pukul 18:37
 
 Bridging Course #05





Saturday, September 15, 2012

Cagub - Cagub yang Meramaikan Dunia Game Indonesia


Pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama berhasil mengantongi  1.847.157 suara atau setara dengan 42,60 persen dari seluruh jumlah pemilih dalam Pemilukada DKI Jakarta tahun 2012. Pasangan calon gubernur yang tidak berasal dari DKI Jakarta ini berhasil mengalahkan pasangan incumbent yaitu Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli sebanyak 8,55 persen suara. Hasil dari Pemilukada DKI Jakarta tersebut membuat dua pasangan ini harus kembali berlaga di putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 September 2012.
Berbagai isu politik pun bergulir di berbagai media di Indonesia. Dimulai dari isu kampanye yang berbau SARA hingga isu bahwa teror yang terjadi di Kota Solo memiliki latar belakang politik. Saat ini pun, menjelang pelaksanaan pemilukada DKI Jakarta putaran kedua, media makin sering mengabarkan strategi-strategi kampanye politik mereka yang berbeda dari kampanye-kampanye politik pada umumnya.
Di awal pemilukada DKI Jakarta putaran pertama, Jokowi membuat sebuah tren berbusana baru dengan kemeja kotak-kotaknya. Sejak saat itu, hampir setiap orang yang memakai baju kotak-kotak diidentikan dengan Jokowi. Strategi kampanye dengan menggunakan baju bermotif kotak-kotak ini cukup menarik karena motif kotak-kotak bukanlah motif yang asing, bandingkan saja dengan motif batik yang indah namun sulit dihafalkan bagi beberapa golongan masyarakat. Motif kotak-kotak  dapat didapatkan dimana saja, proses produksinya pun tidak serumit kaos-kaos atribut kampanye yang harus disablon ataupun dibordir. Asalkan ada kain motif kotak-kotak serupa, maka menjadikannya sebuah kemeja bukanlah hal yang sulit bagi para pengusaha konveksi.Produksi baju bermotif kotak-kotak ala Jokowi pun dengan mudah dapat ditemukan di kios-kios yang menjual atribut kampanye di Jakarta, di kawasan Pasar Senen misalnya, kemeja motif kotak-kotak ala Jokowi banyak dijual layaknya baju seragam sekolah.
Di putaran yang kedua ini, Jokowi pun kembali mengeluarkan strategi-strategi kampanye yang dapat dikatakan sebagai strategi yang out of the box. Salah satunya adalah peluncuran game yang dibuat oleh tim kampanye Jokowi. Game yang berkonsep mirip dengan Game Angry Birds ini dapat dikatakan cukup menarik perhatian publik khususnya anak muda.
Di dalam Game ini, kita diharuskan mengarahkan lemparan tomat yang akan dilemparkan Jokowi kepada sasaran. Sasaran yang dimaksud pun beragam, mulai dari pejabat pemerintahan yang mungkin di sini dimaksudkan sebagai pejabat pemerintah yang ‘nakal’ sampai pada sampah-sampah yang berserakan. Game ini memiliki 70 level, di setiap pergantian level-nya ditampilkan gambar atau pesan-pesan yang mengutarakan keunggulan atau janji-janji Jokowi.  Walaupun menampilkan pesan-pesan politik di setiap pergantian game, pesan-pesan tersebut nampak begitu menarik setelah kita berhasil menamatkan satu level tertentu yang tingkat kesulitannnya memang sudah cukup sulit di level-level awal. Kepuasan akan keberhasilan menyelsaikan satu level diimbangi dengan pesan-pesan politik Jokowi yang secara tidak langsung mensugesti orang-orang yang memainkan game ini.
Beberapa waktu kemudian, lawan tanding Jokowi di Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua, Fauzi Bowo atau yang biasa disebut dengan sebutan Foke, ikut meramaikan jagat game Indonesia dengan meluncurkan game yang berjudul ‘Bersatu Jakarta’. Game ini menampilkan tiga program unggulan yang rencananya akan dilaksanakan oleh Foke jika ia berkesempatan untuk menjadi gubernur DKI Jakarta untuk yang kedua kalinya yaitu Mass Rapid Transit (MRT), Wajib Belajar gratis 12 tahun, dan Banjir Kanal Timur.
Dari sisi permainan, game ini tidak terlalu menarik. Pada bagian MRT, kita diharuskan memindahkan orng-orang yang mengantri untuk menaiki kereta MRT. Saat memindahkan penumpang ke dalam MRT, komputer juga memindahkan anrian penumpang lain yang akan menaiki kereta jenis lain padahal untuk memindahkan penumpang-penumpang itu ke MRT pemain game harus menunggu sekitar satu sampai dua detik ketika akan memindahkan penumpang lainnya sedangkan komputer terus memindahkan penumpang-penumpang ke kereta jenis lain. Hasilnya, pemain lebih sering kalah dan memilih untuk menghentikan permainan saja karena operasionalnya pun tidak terlalu mudah.
elemen ke 5 (kelima) dari Marketing Politik adalah”Presentation” adalah bagaimana membungkus dengan baik ketiga elemen diatas (produk, person, party) ini disajikan dengan bungkusan semenarik mungkin, presentation sangat penting karena dapat mempengaruhi makna politis yang membentuk dalam pemikiran para pemilih. Presentation disajikan dengan medium presentation secara umum dapat dikelompokkan menjadi objek fisik, orang dan even.(Adman Nursal,2004)

Jadi, dalam hal pembuatan game ini, Jokowi telah berhasil membungkus produk politiknya dengan bungkus yang tepat. Jokowi pun telah menjalankan strategi kampanye dengan sasaran anak-anak muda yang secara tidak langsung menyumbang cukup banyak suara baginya. Jika dibandingkan dengan kemasan produk politik Foke yang terkesan cukup kaku, Jokowi berhasil mengemasnya dengan jalan yang cukup menarik sehingga membuatnya menang dalam pertarungan antar game calon gubernur ini. Selanjutnya, mari kita lihat siapa yang akan benar-benar merebut lebih banyak suara warga Jakarta dalam game Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua yang sesungguhnya,apakah Jokowi atau Foke? 

Referensi :
http://megapolitan.kompas.com, Tak Mau Kalah dari Jokowi, Foke Luncurkan Game "Bersatu Jakarta",2012
http://ciricara.com, Pilkada DKI: Warga Betawi Banjir “Ancaman”,2012
http://pangisyarwi.com, MARKETING POLITIK (Tulisan Bagian Kedua)


#bridgingcourse04






Saturday, September 8, 2012

Wujud Keaktifan Karang Taruna dalam Pengembangan Masyarakat di Masa Kini


Nama Karang Taruna diambil dari Karang yang berarti wadah dan taruna yang berarti pemuda jadi Karang Taruna berarti wadah pengembangan remaja di Indonesia. Menurut Pedoman Dasar Karang Taruna Sesuai Peraturan Menteri sosial RO Nomor 83/HIK/2005 Karang Taruna adalah sebuah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau kominitas adat sederajat dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial. Seluruh pemuda yang berada di suatu wilayah kelurahan yang berumur 11-40 tahun dianggap sebagai anggota Karang Taruna. Karang Taruna merupakan wakil dari pemerintah yang memiliki tanggung jawab membantu menyelesaikan masalah kesejahteraan sosial yang berkegiatan di tingkat kelurahan yang berada di bawah naungan kementerian sosial.

Seiring dengan berjalannya waktu, gaung keberadaan Karang Taruna di tengah-tengah masyarakat dirasa semakin berkurang. Kini,tidak semua organisasi Karang Taruna yang ada di Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta aktif melakukan kegiatan di tenangah-tengah masyarakat. Padahal, keberadaan Karang Taruna dirasa penting sebagai salah satu tempat penyaluran aspirasi masyarakat khususnya para pemuda di suatu wilayah desa atau kelurahan. Karang Taruna juga dapat berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan-kegiatan positif dan produktif di kalangan remaja. Pengalaman berorganisasi pun dapat didapatkan di sini sehingga dapat membekali para pemuda di wilayah tersebut dengan keterampilan-keterampilan yang memadai di saat mereka memasuki dunia kerja.

Salah satu contoh Karang Taruna yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terus menunjukan eksistensinya sebagai organisasi yang terus bergerak di bidang kesejahteraan sosial untuk memajukan masyarkat adalah Karang Taruna Jaya Kusuma,berada di Desa Singosaren,Kecamatan Banguntapan,Kabupaten bantul. Karang Taruna yang pada tahun 2012 ini baru saja memilih ketua barunya, Lisa Lindawati, memiliki beragam program kerja yang berfokus pada penyediaan pendidikan bagi para anggota dan warga Desa Singosaren.Selain itu program-program kerja yang dikembangkan untuk memajukan usaha ekonomi warga desa pun sedang dijalankan.

Di bidang pendidikan, Karang Taruna Jaya Kusuma membentuk sebuah ruang belajar yang mereka sebut sebagai ‘Sanggar Sinau Bareng’ yang berfungsi sebagai wadah berbagi pengetahuan dan informasi bagi seluruh warga Desa Singosaren dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Di dalam ‘Sanggar Sinau Bareng’ diadakan berbagai pelatihan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan jaringan internet yang di era modern ini menjadi hal yang sangat jamak di masyarakat. Pelatihan optimalisasi yang dilakukan secara rutin ini dianggap perlu karena di jaman yang penuh dengan berbagai sentuhan teknologi ini internet dapat menjadi media positif untuk menyalurkan informasi di masyarakat,namun dapat juga menjadi media negatif untuk penyebarluasan konten-konten yang tidak sepantasnya beredar luas yang dapat menyebabkan hal-hal buruk di masyarakat. Selain melalui pelatihan, ‘Sanggar Sinau Bareng’ menyediakan taman bacaan yang memberikan tutorial tentang fitur-fitur internet yang dapat memberikan informasi sebelum masyarakat menggunakan internet,taman bacaan ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan minat baca masyarakat. Karang Taruna Jaya Kusuma juga menyediakan fasilitas bagi warga masyarakatnya yang akan mengikuti Ujian Kejar paket B dan kejar paket C. Pengajar-pengajar dalam program Kejar Paket A dan B ini berasal dari warga Desa Singosaren yang berprofesi sebagai guru.

Di bidang ekonomi, Karang Taruna Jaya Kusuma mengusahakan sebuah ruang promosi untuk produk-produk yang dihasilkan para pengusaha kecil yang berkegiatan di wilayah Desa Singosaren melalui Jaya Kusuma ArtShop yang memasarkan produk-produk tersebut melalui media online maupun menyediakan showroom yang berada di dusun Padukuhan. Produk-produk yang dipasarkan oleh Jaya Kusuma ArtShop antara lain produk kerajinan perak,batik,kaca,dan makanan khas.

Untuk menjadi sebuah organisasi yang berjalan dengan berbagai program yang begitu terarah, Karang Taruna Jaya Kusuma tidak begitu saja membuatnya tanpa kendala tertentu. Salah satu kendala yang terjadi pada awal organisasi ini aktif kembali adalah adanya kelompok-kelompok kepemudaan tingkat dusun yang terdapat di seluruh dusun di desa Singosaren yang berjumlah delapan dusun. Kelompok-kelompok yang berjalan dengan kegiatannya masing-masing ini sering saling bergesekan satu sama lain sehingga menimbulkan konflik-konflik kecil yang terjadi di desa itu. Seiring dengan berjalannya wakt, usaha Karang Taruna Jaya Kusuma untuk mempertemukan mereka pun berhasil. KarangTaruna Jaya Kusuma berhasil membuat kelompok-kelompok ini dapat menegenal satu sama lain kemudian kelompok-kelompok inilah yang selanjutnya menjadi Karang Taruna unit dibawah naungan Karang Taruna Jaya Kusuma.

Karang Taruna jaya Kusuma memiliki andil yang cukup besar dalam mempengaruhi Karang Taruna – Karang Taruna di wilayah Kabupaten bantul yang belum dapat berperan aktif di masyarakatnya. Melalui pertemuan tiga bulan sekali antar Karang Taruna, Karang Taruna Jaya Kusuma mencoba bertukar program dan mempengaruhi Karang Taruna lain untuk terus berperan membangun optimisme masyarakat agar terus bergerak membangun perubahan yang lebih baik bagi masyarakatnya.

Di masa orang-orang sudah mulai melupakan Karang Taruna sebagai suatu Organisasi lazim yang berguna bagi masyarakat,Karang taruna Wijaya Kusuma dapat menjadi sebuah pengingat dan sebuah wujud dari revolusi pemuda dengan cara-cara yang sesuai dengan jamannya. Dilihat dari program-program yang diciptakan oleh organisasi kepemudaan ini, dapat disimpulkan bahwa masih terdapat semangat pemuda untuk membangun dan menunjukkan jalan bagi masyarakat ke arah yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas-fasilitas apapun yang mereka miliki sehingga mereka dapat memberdayakan masyarakat menjadi masyarakat yang produktif, kreatif,serta mampu menghadapi kehidupan yang menjadi semakin maju dan terbuka ini.

#bridgingcourse03

Iklan dengan Berbagai Penafsiran


Iklan ini menceritakan seseorang yang sedang memimpin rapat tiba-tiba melompat saat ia mengakses internet di laptopnya. Ia melompat ke atas meja lalu berjoget mengelilingi ruangan sampai akhirnya ia menghilang saat ia melakukan gerakan menempel pada kaca-kaca jendela kantornya, kemudian muncul api dan asap yang juga segera menghilang. Bersamaan dengan itu, proses download di laptopnya selesai.

Iklan ini menarik karena iklan ini tidak mengatakan keunggulan produknya secara jelas di awal iklan. Iklan ini pertama-tama mengagetkan penonton karena tiba-tiba sang tokoh dalam iklan tiba-tiba berjoget sambil melakukan gerakan-gerakan spontan yang tidak wajar di tengah-tengah adegan rapat yang cukup hening. Hal itu membuat para penonton mau tidak mau terpaku sambil bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi dengan seorang bapak yang sedang memimpin rapat sambil mengoperasikan laptopnya tersebut yang tiba-tiba bergerak tanpa sebab dan belum diterangkan secara jelas. Adegan-adegan selanjutnya memunculkan lebih banyak pertanyaan yang membuat penonton menjadi semakin penasaran dengan misteri hilangnya bapak pemimpin rapat yang berjoget tersebut. Sampai dengan adegan ini, produk apa yang ingin dipromosikan pun masih samar. Kemisteriusan produk ini membuat penononton menjadi semakin lama ingin tinggal di depan layar kaca,setidak-tidaknya untuk mengetahui hal apa yang sedang dipromosikan pada mereka.

 Di akhir iklan,muncul mi rebus yang dibarengi dengan tulisan ‘Internet untuk rakyat’ setelah iklan ini menunjukkan produk apa yang dipromosikan, yaitu paket internet bertarif murah. Produk apa yang dipromosikan telah terjawab, akhir kisah iklan itu sudah muncul, pertanyaan selanjutnya kini membayangi, apa hubungan tingkah aneh bapak pemimpin rapat tersebut dengan paket internet axis?

Yang menarik dari iklan ini adalah penggambaran-penggambarannya yang filosofis. Kecepatan paket internet Axis digambarkan dengan durasi proses download yang segera selesai selesai tepat setelah sang tokoh menghilang yang jaraknya begitu dekat setelah Bapak gendut pemimpin rapat itu memulai proses download. Seolah –olah hal tersebut menjelaskan bahwa internet Axis cepat sekali, sekali ‘klik’ maka semua akan segera terakses. Penafsiran lain adalah si bapak gendut tersebut terlalu girang karena mengetahui ia dapat menggunakan internet dengan biaya murah dan cepat sehingga ia bergoyang sampai tubuhnya pun menghilang ditelan kebahagiaan karena iklan ini menggunakan adegan–adegan yang hiperbolis.

 Permunculan mi rebus yang lengkap dengan telur dan kornet dibarengi tulisan ‘Internet untuk rakyat’ masih cukup rancu dan menimbulkan banyak penafsiran. Penafsiran yang pertama adalah Internet Axis sangat terjangkau,semudah rakyat membeli mi rebus instan yang dapat diartikan sebagai makanan rakyat. Penafsiran yang kedua adalah Mi rebus tersebut adalah mi yang jaman dahulu disebut sebagai ‘Mi Selera Rakyat’,produk mi instan yang dijual dengan harga sangat terjangkau sesuai dengan selera rakyat, jadi, Internet Axis sudah sesuai dengan selera rakyat. Penafsiran yang terakhir, mi rebus tersebut juga dapat dikaitkan dengan kata ‘internet’ yang berarti ‘Indomie Telor Kornet’, tetapi kedua dan terakhir dirasa memiliki kemungkinan terkecil karena kecil kemungkinan suatu produk mengaitkan iklannya dengan produk lain walaupun secara tersirat dan hanya melambangkan hal yang begitu sederhana tanpa ada informasi yang lebih mendalam. Jadi, permunculan mi rebus itu lebih melambangkan keterjangkauan Internet Axis oleh semua kalangan masyarakat.

Berbeda dengan iklan-iklan yang lainnya, iklan ini membutuhkan pemikiran yang cukup dalam untuk dipahami maknanya. Jika kita melihat iklan yang biasanya ada di layar kaca, kita pasti akan segera tau apa yang mereka promosikan dan kira-kira apa hubungannya iklan tersebut dengan alur cerita iklan itu sendiri,tetapi iklan ini akan mebuat penonton berekspektasi tinggi tentang apa yang akan iklan ini tunjukkan. Penonton tidak akan bernajak dari iklan itu sebelum mereka tau apa yang sedang dipromosikan. Kemungkinan untuk menonton lagi lebih detil pun ada jika sang penonton masih terus penasaran. Iklan ini secara psikologis membuat orang-orang akan segera menonton lagi iklan ini karena mereka belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul sembari mereka terpaku di depan layar kaca.  Iklan ini akan membuat sugesti di kepala para penonton untuk mencari tau tentang produk paket internet murah itu atau bahkan untuk membelinya karena iklan yang diulang-ulang terus akan menimbulkan efek sugesti kepada sang penonton dengan bertumpuk misteri beserta berbagai penafsiran yang bisa saja muncul berbeda di setiap kesempatan menonton iklan ini.

#bridgingcourse02

Tuesday, September 4, 2012

Belajar Bersenang-Senang


Sejak memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah Atas, jurusan ilmu komunikasi sudah masuk dalam daftar program studi pilihan saya. Salah satu alasan saya memilih program studi jurusan ilmu komunikasi adalah satu-satunya kemampuan saya selama ini hanyalah menulis dan berbicara. Awalnya saya meletakkan Ilmu Komunikasi dalam daftar kedua setelah Hubungan Internasional, tetapi semakin lama semakin banyak petunjuk yang mengarahkan saya untuk lebih baik memilih Ilmu Komunikasi.

Ketika pertama kali saya harus memikirkan program studi apa yang akan saya ambil selanjutnya, pertanyaan yang kembali kepada saya adalah hal-hal apa yang ingin saya lakukan di masa depan dan ingin menjadi apa saya nanti. Jawaban yang bisa saya berikan pada diri saya sendiri adalah, saya menginginkan pekerjaan yang menyenangkan menurut saya, salah satunya bepergian dan menulis. Seperti kebanyakan orang yang berpikir bahwa mengambil jurusan Ilmu Komunikasi identik dengan menjadi wartawan,saya pun begitu. Bagi saya, menulis adalah salah satu perkerjaan yang dapat mempengaruhi dunia,jadi,menurut saya menjadi jurnalis adalah salah satu pekerjaan mulia walaupun saya menyadari bahwa kemampuan menulis saya masih jauh dari predikat baik mengingat kebiasaan menulis saya masih dalam tahap menulis buku harian serta menulis pikiran-pikiran sederhana saya di blog.

Jujur saja, saya banyak terinspirasi oleh penulis-penulis yang sering menulis tentang kisah dan liputan perjalanan wisata ke seluruh penjuru dunia, atau yang biasa disebut travel writer. Impian awal saya adalah pekerjaan yang bisa membawa saya berkeliling dunia, pekerjaan yang terdengar begitu menggiurkan, berjalan-jalan, bersenang-senang, lalu dibayar. Itulah yang saya pikirkan tentang pekerjaan yang akan saya dapatkan setelah belajar di jurusan Ilmu Komunikasi, berjalan-jalan melihat hal-hal baru dan menulis. Pemikiran yang sangat sederhana dari seorang murid Sekolah Menengah Atas pada waktu itu.

Selain jurnalistik, periklanan adalah salah satu yang menarik diri saya untuk semakin mantap memilih Ilmu Komunikasi. Sebelumnya saya tidak banyak mengetahui apa yang dilakukan oleh orang-orang yang bergerak di bidang periklanan. Setelah sedikit mencari tahu, bidang periklanan nanmpaknya juga menarik karena melibatkan banyak proses-proses kreatif dalam pekerjaannya ditambah lagi bidang ini juga membuat saya bertemu banyak orang,salah satu kriteria pekerjaan impian saya.

 Hal lain yang bisa menjadi alasan adalah saya tidak terlalu menyukai hal-hal yang berbau politik meskipun saya juga masih mengikuti berita-berita yang berbau politik di Indonesia, tetapi saya merasa lebih nyaman untuk menjadi penonton saja bukan pelaku. Jurusan Ilmu Komunikasi adalah salah satu yang tidak terlalu bernuansa politik jika dibandingkan dengan jurusan-jurusan lain yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sehingga saya pikir jurusan ini adalah yang paling saya inginkan.

Mengapa memilih jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada? Awalnya saya ingin pergi dari kota Yogyakarta,mengingat saya sudah tinggal di kota tersebut selama lima belas tahun dan saya sedang mengalami masa-masa labil remaja masa ini. Banyak yang bertanya-tanya mengapa saya harus memiliki banyak pertimbangan untuk memilih universitas terbaik se-Indonesia ini, namun saya juga memiliki pertimbangan lain, yaitu bosan melihat jalan yang itu-itu saja. Kemudian saya pun menyadari bahwa itu bukanlah hal terpenting dalam memilih universitas sehingga saya pun memutuskan untuk tetap tinggal di Yogyakarta memilih Universitas Gadjah Mada dengan pertimbangan saya sama sekali tidak akan merugi memilih UGM ditambah lagi saya dapat memiliki kesempatan berjalan-jalan mengunjungi tempat yang baru lebih banyak lagi.Jadi,inti dari semua alasan saya memilih Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada adalah saya ingin mengerjakan hal-hal yang menurut saya, saya sukai sehingga saya dapat menjalaninya tanpa beban yang berarti.Saya ingin bersenang-senang selama belajar,saya ingin belajar sambil bersenang-senang.

#bridgingcourse01